Minggu, 07 Oktober 2012

ANALISA FILM KINKY BOOTS


nama kelompok:

Scene 1
Ketika Charlie menumpahkan kopi di meja kantor, dia berusaha untuk mengangkat dokumen-dokumen yang berada diatas meja supaya tidak basah karena tumpahan kopi. Pada saat itu dia melihat kopi merembes ke dalam laci meja. Dia berusaha untuk membuka laci, namun laci tersebut tidak bisa dibuka. Akhirnya Charlie mencongkel laci dengan suatu alat sehingga laci bisa terbuka
Pembahasan :
Masalah
Konflik yang dipahami
Kesulitan
Solusi dengan nilai fungsional
Kopi tumpah sampai merembes ke dalam laci
Takut dokumen yang ada di dalam laci menjadi rusak
Laci tidak bisa dibuka
Mencongkel laci dengan suatu alat sehingga bisa dibuka

Scene 2
Ketika orangtua Charlie price meninggal, maka perusahaan sepatu yang akan mengalami kebangkrutan itu diberikan kepada Charlie, kemudian ia meminta pendapat kepada karyawan lainnya namun ia tidak menemukan solusi. Pada saat itu ia bertemu dengan seorang wanita yang diganggu oleh beberapa pria. Kemudian ia ingin menolong wanita tersebut, namun ternyata dia yang pingsan terkena tendangan. Tiba-tiba Charlie terbangun diruang yang penuh dengan perlengkapan make up, custom dan asesoris. Di depannya ada seorang “waria” yang sedang kesulitan memakai sepatu. Setelah itu ia memberikan sponge untuk mengganjal kaki waria tersebut. Kemudian ia menemukan ide untuk membuat sepatu untuk waria
Pembahasan
Berdasarkan teori terdapat 3 langkah umum untuk pemecahan masalah yaitu:
1.      Memahami konflik atau masalah
2.      Mengembangkan identifikasi secara jelas atas kesulitan dasar
3.      Mengembangkan solusi masalah untuk mengatasi kesulitan dasar
Masalah
Konflik yang dipahami
kesulitan
Solusi dengan nilai fungsional
Perusahaan mengalami kebangkrutan
Meminta pendapat dari karyawan lain
Tidak menemukan solusi dari karyawan atas pemecahan masalah
Bertemu dengan waria yang kesulitan dalam memakai sepatu dan ia menemukan ide untuk membuat sepatu bagi waria

Dari tiga langkah diatas masalah yang dialami Charlie adalah kebangkrutan perusahaan sehingga ia mencoba untuk memahami masalahnya tersebut dengan meminta pendapat dari karyawan, kemudian ia mengembangkan identifikasi secara jelas atas kesulitan dasar dengan tidak sengaja bertemu dengan waria, kemudian ia mengembangkan solusi untuk masalahnya dengan membuat atau memproduksi sepatu untuk waria
Kondisi di kelas
Ketika ingin menonton film yang akan dianalisis terjadi beberapa masalah yang menghambat proses pemutaran film seperti:
-          Tidak tersedianya mic
-          Setelah mic diberikan, suara mic tidak jelas sehingga dibutuhkan pengaturan suara mic yang memakan waktu beberapa saat.
-          Tidak adanya subtitle dari film tersebut, sehingga banyak penonton yang complaint dengan masalah tersebut
-          20 menit film berjalan, tiba-tiba filmnya berhenti, kemudian Bu Dina mencoba untuk menjalankan kembali filmnya, namun tidak berhasil. Kemudian dicoba cara lain yaitu dengan mengganti laptop, tetapi tidak berhasil juga.
Pembahasan menggunakan koneksionisme Thorndike:
Thorndike melakukan experimen dengan menggunakan tikus, dalam prosedur experimentalnya ia membuat hewan harus keluar dari kurungan (membuka kotak tertutup) untuk mendapatkan makanan. Thorndike menggumakan kotak puzzle yang mengharuskan penekanan tuas atau mekanisme lain untuk bisa keluar dari kotak. Pada awalnya tikus melakukan berbagai perilaku seperti: menggigit, menggaruk dan menggesek-gesekan badan ke sisi sangkar. Lama kelamaan tikus akan berusaha menekan tuas supaya bisa keluar.
            Berdasarkan penelitian diatas Thorndike menyimpulkan bahwa respon untuk mencoba meloloskan diri disebut dengan trial and error
Pembahasan kasus:
            Dilihat dari kejadian pada hari rabu, kita dapat menyimpulkan bahwa usaha untuk menayangkan film dengan baik dibutuhkan beberapa cara yang merupakan proses trial and error seperti pada saat suara mic yang tidak jelas, maka disana terdapat usaha untuk mengatur suara supaya terdengar jelas. Selain itu terdapat juga usaha trial and error saat film berhenti dan di usahakan dengan menggelap disc dan mengganti laptop.

1 komentar:

  1. .....cukuplah pembahasannya..:)
    walau saya yakin mustinya masih banyak yang bisa diungkap :)

    next time better ya :)
    thanks

    BalasHapus